Nemu Jeda

Menjadi Makar Lewat Sepakbola

Neni Muhidin

Neni Muhidin

JUMLAH Penduduk Islandia dengan jumlah Penduduk Palu nyaris sama. Baru akan mencapai 400 ribu jiwa. Bedanya yang pertama negara, yang kedua kota. Yang pertama ada di utara benua Eropa, yang kedua ada di benua Asia, di negeri kepulauan bernama Indonesia.

Mari berandai. Benar ini bisa dianggap makar. Namanya saja andai, apalagi hanya perkara sepakbola. Tapi sepakbola bahkan telah melampaui negara. Contoh sederhana dari pernyataan itu adalah referensi utama kita atas banyaknya negara-negara di dunia dari pesepakbolanya yang telah ikut menjelma sebagai sosialita.

Orang merasa tidak perlu tahu siapa nama Presiden Argentina sekarang ini karena cukup mengetahui negeri Tango itu lewat Maradona atau Messi. Termasuk kita, yang merasa sangat tidak penting untuk tahu siapa Menteri Pemuda dan Olahraga di era Presiden Jokowi. Meski pun kita sama tahu, kementerian itulah yang mengurusi sepakbola, selain tentu saja secara lebih khusus PSSI yang pernah diplesetkan menjadi Korupssi.

Atau, ini yang agak unik, menjadi sama atau bahkan lebih fanatik dari warga negara yang negaranya sedang berlaga di Copa America yang baru saja lewat, atau yang sekarang sedang berlangsung nun jauh di Eropa sana. Di Labobo, pulau kecil di Kabupaten Banggai Laut,, yang akses listriknya masih dijatah dan entah warga di sana masih bisa menonton atau tidak, di beberapa rumah nelayan di pesisir pulau itu, saya menemukan bendera Spanyol dan Jerman berkibar di bumbungan rumah.

Ini belum tentang klub profesional di tiga liga paling primadona buat penonton Indonesia: Inggris, Spanyol, dan Italia. Akan lebih panjang lagi ceritanya.

Mengikuti jejak Islandia, itu berarti akan ada negara Palu, dan negara-negara di kota lain di Indonesia ini yang menjelma tim nasional. Prasyaratnya sudah ada. Stadion, penonton, klub sepakbola profesional, yang di Palu, ibu kota Sulawesi Tengah itu bahkan ada dua, Persipal dan Celebes FC. Di Kabupaten Buol bahkan ada Persbul yang pernah berlaga di Divisi Utama. Itu belum klub-klub kelurahan atau desa yang berlaga di turnamen-turnamen antar kampong (tarkam). Meminjam istilah untuk trayek angkutan darat, AKDP, Antar Kota Dalam Provinsi.

Ada yang tidak kalah pentingnya dalam prasyarat di atas. Animo. Tidak sekadar ada, tapi juga besar. Saking besarnya, tawuran dan korban jiwa menjadi begitu akrabnya dengan pertandingan-pertandingan sepakbola di Indonesia.

Animo dalam sepakbola bisa berubah makar. Belanda pernah membagi Pulau Sulawesi dalam Midden (tengah) dan Zuiden (selatan) yang kemudian menjadi Sulutenggo (Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo) dan Sulselra (Sulawesi Selatan dan Tenggara). Jengah dengan penyatuan wilayah itu, Sulawesi Tengah yang belum definitif sebagai provinsi kemudian memisahkan diri dari Sulawesi Utara melalui sepakbola di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) keempat di Makassar, 27 September – 6 Oktober 1957. Sulawesi Tengah diwakili oleh tim Persatuan Pemuda Donggala. Upaya makar lewat sepakbola itu ikut berperan bagi terbentuknya sebuah provinsi baru pada 1964, 7 tahun setelahnya.

Jika ada yang belum siap dari ketika menjadi negara dan selanjutnya mempersiapkan sebuah tim nasional yang siap berlaga di ajang internasional adalah faktor finansial. Satu dari indikator yang dapat dilihat untuk mengamini ketidaksiapan itu adalah pendapatan per kapita manusianya. Jumlah penduduknya memang sama banyak, tapi jumlah uang di masing-masing penduduknya yang tidak sama banyaknya. Tidak sedikit kisah ada tim sepakbola yang sengaja walk-out hanya karena tak punya cukup dana untuk mengongkos transportasi dan akomodasi pemain dan seluruh pengurus tim yang akan melakukan pertandingan tandang.

Setelah mengalahkan Inggris, Islandia muncul jadi pembicaraan. Negara itu membalikkan dua logika awam. Jumlah penduduk tidak memiliki korelasi dengan prestasi, dan sebuah tim nasional yang tangguh juga tidak berkorelasi dengan kompetisi yang mesti disiarkan di jaringan global program televisi.

Dan jika ada beda yang lain antara Islandia dan Palu adalah suhu udara. Islandia akan jadi juara baru Eropa. Semoga.

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top