Sigi

Lahir Tanpa Anus, Jelita Harus BAB dari Lubang di Perutnya

Jelita foto bersama keluaraga, Selasa (29/7/2016). (Foto : Rizki Karisi/KabarSelebes.com)

Jelita foto bersama keluaraga, Selasa (29/7/2016). (Foto : Rizki Karisi/KabarSelebes.com)

SIGI, KABAR SELEBES – Malang betul nasi Jelita. Sudah empat tahun ia menjalani hidup dengan membawa kantong pelastik di perut untuk menampung kotorannya. Ssaat ini, Jelita telah berusia 8 tahun dan sudah duduk dibangku kelas 2 sekolah dasar (SD).

Jelita, anak perempuan dari pasangan keluarga miskin Nurham (41) dan Rosmini (33) ini terlahir tanpa anus. Selama empat tahun terakhir ini, Jelita harus buang air besar melalui usus yang dikeluarkan dari lubang perutnya.

Jelita, tinggal bersama ayah dan ibunya di Desa Vatunonju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Keluarga Jelita yang hidup dibawah garis kemiskinan sangat kesulitan, dan tidak mendapatkan bantuan apapun, ditambah dengan plastik khusus yang ditempel diperut Jelita, hanya buatan ayahnya yang dibuat dari plastik es batu yang direkatkan menggunakan double tip.

Nurham ayah Jelita adalah seorang buruh tani, dan ibunya Rosmini sangat berharap anaknya dioperasi agar memiliki anus sehing bisa hidup layaknya anak normal lainya.

“Saya kadang menangis melihat keadaan Jelita, sekarang saja dia sudah mulai malu sama teman-temanya karna keadaanya yang tidak normal, lebih lagi kalau tempat keluarnya usus itu kadang keluar darah,” Jelas Ibu Jelita, Rosmini sedih, Selasa (29/7/2016).

Setiap hari, plastik pembuangan kotoran Jelita harus diganti. Untuk membeli plastikpun, Nurham ayah Jelita harus berhutang karena tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Untuk plastik itu saya kadang harus berhutang, terlebih Jelita punya adek yang baru berusia 4 tahun. Belum lagi saya punya kewajiban untuk memenuhi keluarga kami, saya juga sudah malu meminta kepada pemerintah, karena sy merasa tidak diperdulikan,” keluh Nurham.

Untuk makanan, Jelita tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan keras dan pedis. Karena akan kesulitan ketika buang air besar.

Sebelumnya, keluarga Jelita tidak menyadari bahwa anaknya lahir tanpa memiliki anus. Sampai pada usia 22 hari, kedua orang tuanya merasa ada kelainan pada Jelita setelah melihat anaknya mengeluarkan kotoran melalui alat kelaminya.

Setelah dibawa ke dokter untuk diperiksa, dokter menyatakan bahwa Jelita terlahir tanpa anus dan harus menjalani operasi untuk pembuatan anus agar bisa buang air besar secara normal.

Namun, karena Jelita belum memenuhi syarat untuk menjalani operasi, selama empat tahun Jelita harus buang air besar melalui alat kelaminya.

Saat berusia 4 tahun, pada tahun 2011, Jelita telah memenuhi syarat untuk menjalani operasi.

Akhirnya, Jelita dirujuk untuk menjalani operasi di RS Hasanudin Makassar berkat bantuan Dinas Kesehatan setempat.

Rujukan mendadak tersebut awalnya mengejutkan keluarga Jelita. Namun, dengan harapan bahwa Jelita akan segera memiliki anus, keluarga setuju untuk membawa Jelita ke Makassar.

Tapi, hasil operasi membuat hati pasangan Nurham (41) dan Rosmini (33) sangat terpukul. Pasalnya, keinginan mereka agar anaknya memiliki anus tidak terwujud.

Hasil operasi, usus besar Jelita dikeluarkan keperut sebelah kiri dan diberi plastik buatan ayahnya yang dijadikan sebagai tempat buang air besar.

Sampai saat ini Jelita menjalani hidup ditemani kantong plastik pembuangan kotoran yang tergantung di perut sebelah kirinnya. (Rizki Karisi)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top