Dunia Islam

Hadiri Haul Guru Tua, Menteri Lukman Sebut Almarhum Salah Satu Ulama yang Berpengaruh

PALU, KABAR SELEBES – Peringatan Haul, atau hari meninggalnya pendiri Organisasi Alkhairat, Al Habib Sayid Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) ke-48, yang dilaksanakan di Kompleks Perguruan Alkhairat Jalan Sis Aljufri, Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (17/7/2016), turut dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Lukman Hakim Saifuddin.

Menurutnya, almarhum Guru Tua adalah sosok ulama yang jarang dijumpai belakangan ini, almarhum tidak hanya sekedar alim dalam ilmu-ilmu keislaman, melainkan juga seorang organisatoris yang memiliki pengaruh yang besar terhadap umat islam yang ada di kawasan Indonesia baghan timur.

“Saya tidak bisa membayangkan suasana keislaman di kawasan timur Indonesia tanpa almarhum. Jika di tanah jawa ada KH Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy Ari, di Nusa Tenggara Barat ada Tuan Guru KH Zainudin Abdul Majid, di Sumatra ada Syeh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, di Kalimantan ada Syeh Muhammad Arsyad Al Banjari, Maka di Sulawesi Ada Al Habib Sayid Idrus bin salim Al Jufri,” terang Menteri Lukman dalam sambutan.

Begitu juga dengan ilmu almarhum yang terus dapat diambil manfaatnya oleh ribuan bahkan jutaan umat islam. Tidak hanya di indonesia, tetapi juga di mancanegara.

“Betapa banyak orang menjadi kuat keislaman dan keimananya, karena ilmu yang diberikan almarhum. Ilmu almarhum terus menyebar melalui lisan murid-muridnya dari dulu hingga sekarang,” jelasnya.

Menteri Lukman mengatakan, Alkhairat adalah salah satu karya gemilang almarhum. Meskipun almarhum tidak meninggalkan buku atau kitab sebagai karya intelektualnya, namun kata dia ribuan bahkan jutaan orang yang berhasil menjadi orang-orang sukses karena sentuhan tangannya melalui lembaga pendidikan Alkhairat.

“Tak sedikit orang yang dididik melaui lembaga Alkhairat, sehingga tampil menjadi pribadi yang shaleh dan shalehah,” tandasnya. (Faiz Sengka)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top