Sigi

Dinkes Sigi: Anus Jelita Akan Difungsikan dalam Waktu Dekat

Jelita foto bersama keluaraga, Selasa (29/7/2016). (Foto : Rizki Karisi/KabarSelebes.com)

Jelita foto bersama keluaraga, Selasa (29/7/2016). (Foto : Rizki Karisi/KabarSelebes.com)

SIGI, KABAR SELEBES – Keluarga Jelita, bocah perempuan yang terlahir tanpa anus di Desa Vatunonju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), akhirnya bisa bernafas legah. Pasalnya, dalam waktu dekat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) melaui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sigi, akan segera melaksanakan operasi pemungsian anus untuk Jelita.

Pemungsian anus Jelita ini, merupakan operasi lanjutan pasca operasi pembuatan anus yang telah dilaksanakan di RS Hasanudin Makassar pada tahun 2012 lalu.

“Sebenarnya (anusnya) sudah dibuat, hanya saja kita ada sedikit masalah dengan pembiayaan, apalagi itu hari kita ada Pemilukada mulai dari tahun lalu, sehingga kami kesulitan dalam pembiayaan,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Sigi, Dr. Graf R. F. Beba MPH, Selasa (26/7/2016).

Dokter Graf mengatakan, bahwa dirinya telah memberikan rekomendasi kepada Puskesmas Sigi Biromaru untuk mengeluarkan Surat Rujukan buat Jelita ke Rumah Sakit Torabelo Sigi.

“Sudah dirujuk ke Rumah Sakit Torabelo, nanti Rumah Sakit Torabelo yang rujuk ke Undata, kita akan upayakan bisa terlaksana dalam waktu dekat, dan mengenai operasi ini sudah diferivikasi oleh dokter ahli bedah,” terang Dokter Graf.

Menurutnya, Saat ini sudah ada Dokter Ahli Bedah Anak di Kota Palu. Sehingga nantinya operasi Jelita akan dilaksanakan di Palu yaitu di Rumah Sakit Undata dan pasien tidak perlu lagi dirujuk ke Makasar.

“Sebagai stekholder yang bertanggung jawab, pembiayaan operasi pemungsian anus pasca operasi Jelita, sepenuhnya akan diupayakan oleh Pemerintah Daerah untuk membayarnya,” imbuhnya.

Sementara Ibunda Jelita, Rosmini membenarkan telah mengantongi rujukan dan kartu berobat Jelita.

“Tadi pagi saya ditelepon Dokter, disuruh ke Puskesmas ambil rujukan ke Torabelo dan kartu berobat, jadi tadi ini sudah sy urus itu (rujukan), besok saya ke rumah sakit Torabelo Sigi bawa rujukan, kemana-kemananya itu saya belum tau,” kata Rosmini, saat ditemui KabarSelebes.com di hari yang sama.

Kondisi Jelita saat ini semakin memprihatinkan. Hal tersebut diperparah oleh kondisi keluarganya yang sangat terbatas sehingga tidak bisa berbuat banyak untuk menormalkan kondisi Jelita.

Jelita cacat, sejak lahir ia tidak memiliki anus layaknya anak normal lainya, kondisi tersebut menyebabkan ia harus buang air besar melalui alat kelaminya hingga usia 4 tahun, sebelum akhirnya dirinya mendapat bantuan dari pemerintah Kabupaten Sigi untuk dioperasi pembuatan anus di Makasar empat tahun silam.

“Habis dioperasi itu kata dokter di Makasar, katanya selama tiga bulan harus kontrol anus yang baru dibuat itu, habis kontrol selama tiga bulan baru bisa usus yang dikeluarkan di perutnya dikembalikan supaya buang airnya lewat anus yang sudah dibuat, tapi ini sudah empat tahun baru mau dilanjutkan operasi,” keluh Rosmini.(Rizki Karisi)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top