Bisnis

Asuransi Bumi Asih Jaya Pailit, Nasabah di Sulteng Merana

Bumi Asih Jaya (http://ivoox.id)

Bumi Asih Jaya (http://ivoox.id)

PALU, KABAR SELEBES – Pasca dipailitkannya perusahaan Asuransi Bumi Asih Jaya oleh Mahkama Agung, keresahan melanda para nasabah yang ada di Kota Palu. Para nasabah meminta dan berharap polis asuransi yang telah diajukan bisa diselesaikan dan klaim mereka bisa direalisasikan.

Salah satu nasabah PT Bumi Asih Jaya yang telah mengajukan klaim ke pihak Otiritas Jasa Keuangan (OJK) adalah Lilik Basaroh, seorang karyawan swasta di Kota Palu. Lilik mengaku sudah menjadi nasabah PT Bumi Asih Jaya selama 10 tahun dan klaim untuk asuransi pendidikan sudah terealisasikan sebesar Rp 55.000.000 total dengan penambahan yang diberikan oleh pihak asuransi. Namun hingga kini asuransi pendidikan belum juga terealisasi, karena pailitnya Bumi Asih Jaya.

Lilik menuturkan, setelah mengetahui bahwa pihak asuransi tempatnya membuat asuransi pendidikan dan asuransi pensiun mengalami kebangkrutan, keresahan menghinggapinya. Lilik  bingung untuk mengajukan klaim, sementara kantor asuransi bumi asih jaya dipalu sudah  dalam keadaan kosong dan tidak ada aktifitas.

“Sempat bingung juga mau diklaim kemana, semnatara kantornya sudah kosong. Nah pas saya tahu kalau klaim polis dilaporkan ke pihak OJK Sulteng, saya langsung melaporkan kesana,” tutur Lilik.

Lilik juga mengaku setelah melaporkan klaim yang ia punya ke pihak OJK Sulteng dan ada persyaratan sebagai klaim dari polis asuransi yang dimilikinya. Namun beberapa diantaranya menurut Lilik belum dipenuhinya, karena tidak diberikan oleh pihak asuransi.

Persyaratan itu diantaranya adalah polis asli yang tidak diberikan oleh pihak asuransi Bumi Asih Jaya kepada dirinya. Pihak asuransi hanya memberikannya premi tanda terima pembayaran dan mengambil polis asli yang dimiliki oleh nasabah, sementara nasabah hanya menerima premi tanda terima. Padahal dalam ketentuan, pihak perusahaan asuransi hanya boleh mengambil polis asli jika telah membayarkan asuransi kepada nasabahnya.

“Awalnya juga sempat bingung. Kenapa  pihak bBumi Asih meminta polisnya, tapi saat saya bertanya namun pihak asuransi bilang kalau akan digantikan dalam jangka 6 bulan,namun sampai sekarang tidak ada malah kantornya tutup,” lanjut Lilik.

Lilik juga berharap bahwa klaim yang dilaporkan ke pihak OJK Sulteng bisa segera di urus ke tim kurator agar klaim asuransi bisa dengan segera terealisasikan.

Sebelumnya PT  Asuransi Bumi Asih Jaya melalui keputusan mahkamah Agung, dinyatakan pailit. Pihak Otoriras Jasa Keuangan Sulawesi Tengah mencatat hingga kini telah ada sebanyak 50 nasabah perusahaan tersebut yang melapor dari jumlah ribuan nasabah di Sulawesi Tengah.

“Dari ribuan nasabah di Sulteng, memang hanya 50 saja yang melaporkan ke pihak OJK, ini masih terbilang kecil dari jumlah nasabah yang sebenarnya, pihak OJK juga tidak memiliki hak untuk menyelesaikan, kami hanya bertugas mengumpulkan laporan nasabah yang nantinya akan diserahkan ke tim kurator,” kata Kepala OJK Sulteng Syukri A.Yunus.(Asti Amanda)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top