Kolom Anda

Ramadhan Ala Bimbo

Abdullah Latopada

Abdullah Latopada

Ada anak bertanya pada bapaknya…Buat apa berlapar-lapar puasa…?  Ada anak bertanya pada bapaknya…Tadarus tarawih apalah gunanya…? Lapar mengajarmu rendah hati selalu…Tadarus artinya memahami kitab suci…Tarawih mendekatkan diri pada ilahi…

SETIAP jelang datangnya bulan suci Ramadhan, lirik dan rhitym tembang lawas di atas selalu mengisi ruang memori saya. Ya, tidak salah. Senandung ciptaan Bimbo – group musik asal kota kembang Bandung – ini memang sengaja diciptakan khusus untuk memuliakan “bulan yang lebih mulia dari seribu bulan”, ini. Ditambah dengan narasi yang puitis dan agamis hasil renungan sastrawan senior Taufik Ismail, membuat kaum muslimin yang mendengar akan tersentuh nuraninya.

Judulnya pun terbilang unik. Ada anak bertanya pada bapaknya. Lagu ini menuturkan sebuah dialog spontanitas yang terjalin antara sang anak dengan bapaknya. Alur dialog ini mengalir sederhana terkait aktivitas ibadah yang selalu dilaksanakan dalam bulan puasa. Point yang bisa kita unggah dari tembang ini; apa itu makna berpuasa, tadarrus serta tarawih. Last but not list. Tembang syahdu ini diakhiri dengan ajakan untuk ikhlas bersedekah. Sederhana kan?

Untuk itu,  secara singkat mari kita kaji bersama makna tiga pertanyaan dari sang anak kepada bapaknya, di awal tulisan ini. Ramadhan seharusnya merupakan bulan pembentuk jatidiri dan kebiasaan-kebiasaan yang baik bagi setiap muslim. Di bulan yang mulia ini di samping melaksanakan kewajiban puasa. Seseorang muslim dapat membentuk kepribadian positif yang bisa memunculkan sikap empati bagi sesama. Terutama bagi kalangan kaum dhuafa. Secara psikologis, manusia yang menahan lapar dalam waktu tertentu akan muncul sifat tawaddu atau merendahkan diri. Endingnya kelak seseorang akan merendahkan diri secara vertikal (Ilahi) dan horizontal (sesama manusia dan lingkungannya). Pada lain kesempatan, Nabi Muhammad SAW pernah berkata: “ Berpuasalah kalian. Agar senantiasa kalian selalu sehat.” Jadi yang didapat bukan hanya “sehat” secara psikologis semata.  Namun kita juga akan sehat secara fisik. Sebab saat seseorang berpuasa, maka otomatis saluran pencernaannya  akan istirahat  beroperasi. Alias tidak bekerja keras.

Dan apa pula itu Tadarrus?  Dalam bulan Ramadhan adalah awal mula diturunkannya Al-Qur’an. Kitab suci penganut Islam. Dan ayat pertama yang turun berisikan kata perintah untuk membaca. Kemudian diakhiri pada ayat ke lima, mengajarkan manusia tentang apa yang belum diketahuinya (QS. Al-Alaq 1-5).

Muslim sejati adalah muslim yang memahami isi kandungan Al-Qur’an secara lengkap. Sebab dalam kitab suci ini dijelaskan berbagai hal secara sempurna dan komprehensiv. Maka,  pada bulan ini menjadi starting point.  Saat yang tepat untuk (mulai) mempelajari, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an. Terutama bagi mereka  yang belum memahaminya secara kaffah.

Apa pula itu Tarawih? Shalat ini hanya ada pada bulan Ramadhan saja. Dan hukumnya melaksanakan ibadah ini adalah sunnah muakkad. Artinya, sesuatu perbuatan yang sangat dianjurkan. Sedangkan arti kata Tarawih itu sendiri adalah istirahat. Artinya, setelah shalat ini didirikan sejumlah dua rakaat lalu istirahat. Kemudian dilanjutkan lagi hingga selesai. Untuk mendekatkan diri pada Ilahi. Bisa dikatakan shalat Tarawih sebagai “icon”nya bulan Ramadhan.

Jawaban atas tiga pertanyaan polos dan spontan dari sang anak kepada bapaknya di atas, dapat kita sarikan bahwa ibadah di dalam bulan suci Ramadhan, tidak sekadar ibadah ritual yang bersifat biologis semata. Lebih dari itu, ibadah di bulan yang lebih mulia dari seribu bulan  ini,  mempunyai beberapa fungsi urgen bagi pribadi muslim sejati. Antara lain membentuk jiwa sosial sampai meningkatkan kecerdasan spiritual, emosional dan intelektual. Wallahu A’lam.

Oleh : Abdullah Latopada, Kakanwil Kemenag Sulawesi Tengah.

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top